Sabtu, 23 November 2019

Training Hypnoselling Ramadhan ( THR ) Mandiri

13 Mei 2019

Assalamualaikum..
Selamat Pagi...

Semoga sehat semua yaaa.. πŸ’

Salam kenal, saya Bubu Baba asli dari Madiun. 😍

Sebelumnya saya ingin mengucapkan terima kasih atas kesempatan yg sudah diberikan untuk sharing di grup Mandira.. πŸ₯°
.
Oke sekarang kita mulai belajar tentang Hypnoselling..

Sebelumnya saya jelasin dulu ya tentang Hypnoselling.. 😍

Hypnoselling pengembangan dari ilmu hypnosis. Hypnosis adalah tentang segala sesuatu yg terkait dg pengetahuan kesadaran (consious mind atau pikiran sadar dan sub consious mind atau pikiran bawah sadar), fenomena trance, kekuatan sugesti dan berbagai teknik dasar untuk membawa seseorang ke kondisi trance. Ini menurut teori..

Consious mind atau pikiran sadar, area otak yg memiliki sifat kritis, analis, logis. Pikiran sadar berpengaruh pada tubuh manusia sebesar 10-12%.

Subconscious mind atau pikiran bawah sadar, pusat data manusia, berisi pengalaman, pengetahuan, kepercayaan, dll. Pikiran bawah sadar mirip dengan harddisk laptop yang awalnya kosong kemudian sedikit demi sedikit diisi data2 dan berbagai program (software) yang bisa merupakan software pendukung, bisa juga software yang menghambat seperti virus. 😁

Antara pikiran sadar dan pikiran bawah sadar dibatasi oleh critical area, yg berfungsi menyaring semua informasi sebelum masuk ke dalam pikiran bawah sadar, karena apa yang masuk pikiran bawah sadar bersifat permanen.. πŸ˜‰

Critical area ini berfungsi sejak manusia berusia 7th, dipngaruhi oleh :
1. Analisa, logika
2. Etika, sistem nilai, kepercayaan
3. Situasi, kondisi
4. Fokus, minat, respek dan emosi

Hypnoselling adalah usaha berkomunikasi dengan pikiran bawah sadar klien dengan menembus critical area dg memanfaatkan pengaruh nomer 4 diatas.
[13/5 09.06] +62 812-1413-7366: Sekarang kita belajar Building Rapport

Building rapport penting dalam proses hypnoselling. Building Rapport yaitu menciptakan keakraban, menjalin kedekatan, mempererat hubungan antara kita dengan klien.

Kenapa ini sangat penting?

Karena secara psikologi :
1. Seseorang menyukai mereka yg menyukainya
2. Seseorang menyukai mereka yg mirip dengannya dan mengikutinya.

Teknik Building Rapport
1. Penampilan yang terpercaya dan menyenangkan
Jika bunda2 bisnis offline, perhatikan penampilan bunda dari ujung rambut sampaaaaai ujung kaki. Tatanan rambut, make up, baju, kontak mata.

Bagaimana jika online?
Tampilan landing page nya yg dibagusin.

Contoh :
Facebook, pake foto profil dan cover yg bagus, profesional, nulis statusnya juga yg oke ketjeh, kalau suka curhat di fb, usahakan membedakan antara fb pribadi dan bisnis. πŸ˜ŠπŸ™karena penampilan online ini akan mempengaruhi building rapport bunda dg klien..

Coba dipikir, kalo sellernya galau melulu, masih mau order gak bunda2? 😁

Atau suka curhat sering diPHP sama orang, calon pembeli mau nanya juga mundur. 🀭

2. Berikan persetujuan pada klien. Ingat teori psikologi diatas? Seseorang menyukai mereka yang menyukainya. Berikan persetujuan atas apa yang diungkapkan oleh klien. Memberikan persetujuan bisa secara verbal dan non verbal

A. Verbal contohnya : 
     - oh iya saya mengerti
     - bener bu, bener, saya paham betul pendapat bunda..

B. Non verbal : contohnya : beri senyuman
- Postur tubuh terbuka (kaki tangan jangan menyilang)
- Condong kedepan (dipakai saat kita duduk bersama klien)
- Kontak mata (jaga kontak mata menatap ke mata klien, jangan perhatikan yg lain ya, seperti sepatu, tas, jam tangan, kecuali klien sedang menunjukkan pada kita)
- Anggukan (memberikan anggukan setiap statement atau curcolan yang disampaikan yg disampaikan klien. Selain berarti kita mendengarkan, bisa memberi arti kita berempati pada klien kita)
- Sentuhan (jika klien kita dari barat, sentuhan ini cukup berarti asal gak lebay ya) πŸ˜…

Sinyal persetujuan ini menjadikan klien lebih mudah dan bebas mengungkapkan pendapatnya sehingga keakraban lebih mudah terbentuk.

3. Matching, yaitu menyamakan gerak tubuh dan postur tubuh kita dengan klien. Dalam melakukan teknik ini kita harus bergerak seselow mungkin ya, kalau kelihatan kurang natural justru klien merasa sangat aneh dan gak nyaman. Oleh sebab itu usahakan sering2 berlatih, bisa dengan pasangan, kakak, adek.. 😁

Untuk online, karena kita dapat melihat gerak tubuh klien, bisa dengan menyamakan kesukaan klien. Misal klien sukanya film disney, perankan sosok yg juga menyukai disney.. πŸ˜‰

Teknik Building Raport ke 4

4. Menyamakan pola bahasa. Kembali lagi ke teori psikologi diatas tadi. Seseorang menyukai mereka yang mirip dengannya. Disini kita berbicara menggunakan pola bahasa klien kita.
Dan disini kita harus menganalisa dengan cepat tepat sejak kita berkenalan dengan klien.

Pola bahasa ada 3 :
Visual : orang dengan pola bahasa visual dalam menyerap informasi didominasi menggunakan indera penglihatan.
Auditori : didominasi oleh indera pendengaran
Kinestetik : didominasi oleh indera perasa, penciuman dan pengecap.

Sekarang kita bahas pola bahasa VISUAL dulu ya.

Ciri2nya :
A. Rapi, teratur dan teliti terhadap detail
B. Berbicara dengan cepat, berfikir dalam gambar
C. Mementingkan penampilan dalam hal pakaian
D. Mengingat kata-kata dalam pikiran
E. Mengingat yg ditulis/dilihat daripada yg didengar
F. Pembaca cepat, lebih suka membaca daripada dibacakan

Bahasa tubuhnya :
A. Banyak menggerakkan disekita depan atas badan
B. Gerakkan tangan ingin menggambarkan sesuatu
C. Cara berbicara cepat

Contoh kata2 yg sering dipakai :
Nampak, pemandangan, melihat, nyata, pamer, ruang lingkup, seindah lukisan, samar2, dalam cahaya, gemerlap, mata hati, citra diri, mirip

AUDITORI

Ciri2nya :
1. Berbicara kepada diri sendiri pada saat tertentu
2. Mudah terganggu oleh keributan suara
3. Menggerakkan bibir/mengucapkan saat membaca
4. Senang membaca dg suara keras utk mendengarkannya sendiri
5. Dapat mengulangi dan menirukan nada, irama
6. Berbicara dlm irama yg terpola dan fasih
7. Lebih ingat yg didengar daripada yg dilihat
8. Suka berbicara/berdiskusi dan menjelaskan panjang lebar.

Bahasa tubuh kinestetik
1. Gerak tangan sedang disekitar depan perut atas
2. Cara berbicara menggunakan intonasi, nada, jeda yg serasi

Kata2 yg sering digunakan :
Mendengar, berirama, menyuarakan, jelas, diungkapkan, mengatakan, menyeru, harmoni, pesan, percakapan, tegas, terus terang, mengoceh, merdu

KINESTETIK

Ciri2nya :
1. Berbicara dg perlahan dan biasanya dg perasaan
2. Menanggapi perhatian fisik/menyentuh utk perhatian
3. Berdiri dekat ketika berbiacara dh orang
4. Menggunakan jari sebagai penunjuk ketika membaca
5. Tidaj dpt duduk diam utk waktu yg lama
6. Mencerminkan aksi debgan gerakan tubuh saat membaca
7. Biasanya tulisannya jelek ( πŸ˜‚ tulisan saya jelek, saya kinestetik)

Bahasa tubuh :
1. Sering sekali menggerakkan anggota badan
2. Bicara penuh perasaan dan lambat

Kata2 yg sering dipakai :
Rajin, mempersingkat, rahasia, sangat rapi, merasakan, terasa, menghubungkan, kontak, menangkap, bertahanlah, datar saja, berat sekali, hancur berantakan, ringan tangan, pemarah, halus.

Contoh penawaran dengan menyamakan pola bahasa.
Produk : mobil

»» VISUAL
Dengan memakai mobil ini, bunda kelihatan stylish sekali, cocok dengan fashion bunda.

»» AUDITORY
Deru knalpotnya lembut bunda, gak berisik bun kalau bunda harus pulang saat anak tidur, ditambah lagi sound nya sangat jelas dan merdu.

»»KINESTETIK
Silahkan dicoba bunda duduk di jok nya, nyaman kan bunda? Walau perjalanan jauh gak akan terasa capek karena kursi mobil ini amat sangat nyaman bahkan bunda bisa tidur di mobil ini saking nyamannya.

Dengan menerapkan prinsip ini, pikiran bawah sadar dan critical area menjadi lebih nyaman dengan adanya kesamaan dan proses penyerapan informasi selanjutnya menjadi lebih mudah.

Produk : Buku

VISUAL
Tampilan buku ini sangat penuh warna sehingga akan menarik minat si kecil untuk berlama-lama berinteraksi dg buku ini

AUDITORI
Bahasa yang digunakan dalam buku ini sangat mudah dimengerti oleh anak, sehingga kita tidak pusing2 lagi untuk menjelaskan padanya.

KINESTETIK
Bahannya sangat aman, tidak mudah sobek. Kalau ketetesan air juga tinggal dilap aja. Apalagi sudutnya tumpul, jangan jika anak sering berinteraksi dg buku ini. πŸ₯°

Sekian sedikit dari materi hypnoselling yang bisa saya bagikan. Semoga bisa bermanfaat bagi teman2 semua ya πŸ₯°

Silahkan jika ada pertanyaan. πŸ’

1. Assalamualikum Bubu mau bertanya, bagaimana caranya agar kita mengetahui calon customer kita ini tipe visual, auditori ataupun kinestetik sedangkan kita belum pernah bertemu sebelumnya?

# Halooo. Ketemu lagi.. 🀭
Kita bisa lihat karakter seseorang dari status2nya kok. Dari mulai pola bahasa hingga sesuatu yg disukai. 😍  misal, "Dengar2 dari akun berita harga bawang mulai turun nih."

Waalaikumsalam.. Kita bisa lihat dari status dan komen2nya. Contoh bilang kata2nya manis, jilbabnya manis,

Begitu 🀭

Tambahan, kalau offline kita lihat dari penampilannya, gesturnya, obrolannya.

Orang visual cenderung rapi, kinestetik agak berantakan, auditori gak terlalu rapi, tapi gak berantakan juga.

Kalau dari gestur, orang visual tenang, orang auditori cenderung mendekati lawan bicara, orang kinestetik banyak menggerakkan tangan. 😁

2. Assalamualaikum bunda, sy Marfuah dari Tangerang.. bgm cara menyikapi konsumen yg sdh menutup hati terhadap apapun yg kita lakukan? Pasalnya konsumen tsb tdk memahami kendala teknis yg terjadi di lapangan ( pengiriman tdk terjangkau oleh delivery jd pembayaran yg tadinya COD harus di bayar terlebih dahulu baru barang dikirim) alhasil consumen menumpahkan kekesalannya via chat.  Mhn pencerahannya bu

# Waalaikumsalam. Perbaiki personal branding, nanti akan muncul figur otoritasnya. πŸ˜‰ orang akan segan, menghormati dan percaya sama kita Bun.

3. Terima kasih materinya...
Saya Acelya, Mau tanya ya Bubu😊
Saat kita membuat status marketing, bagaimana caranya bisa menggaet tiga tipe sekaligus?? Audio, kinestetik, visual?
Bisakah digabung gaya bahasanya, atau kita fokus saja membuat satu markom untuk satu tipe pembaca?

# Bisa banget dibuat ketiganya. Dari contoh iklan produk buku, itu bisa digabung. Tinggal ditambah kalimat2 yang bisa membuat lebih manis. πŸ˜‰

4. Bun saya ely ba dr banyuwangi bun gmn kl kita merasa malu dan gak pd untuk menawarkan jualan kita. Kiatt yg bisa d lakukan

# Biasanya kalau nggak pede itu karena :
1. Nggak yakin pada dirinya sendiri
2. Nggak yakin pada produknya.

Hayo yg mana? 🀭

Kalau nomer 1, perkuat motivasina kenapa dulu menjadi BA?

Kalau nomer 2, hayo rajin belajar sama leader. 😍

5. Mohon ijin bertanya
Saya ain,dr malang

Adakah ciri khusus yang bener2 bisa menghipno cust bahwa tulisan/markom kita ini bikin nagih buat dibaca... dan mengedukasi?? Bisa mohon dicontohkan???πŸ™πŸ»πŸ˜Š

# Ciri khususnya adalah pembaca rela untuk baca walau panjang.. Bisa dibuat story telling misalnya. Saya sering pakai itu, ditambah dengan gabungan pola bahasa. 😍

6. Apa kah efektif menerepkan hypnoselling ini dlm copy wrting tapi langsung menggabungkan tekhnik visual, kinestetik dan auditory?
Atau kita harus bisa betul2 pahami dlu karakter calcus bru menentukan building raport yang tepat?

# Untuk menulis markom, digabung aja. Nah setelah komunikasi berdua aja, baru sesuaikan dg karakter klien. πŸ˜‰

7. Assalamu'alaikum, Bubu Baba. Saya mau nnya. Gimana menggunakan hypnoselling kalau misal kita bikin ig baru? Kan saya memisahkan ig bisnis dengan pribadi. Nah cara memikat orang di ig bisnis biar mau follow gimana ya? Terima kasih

# Waalaikumsalam. Kalau di IG kekuatan konten yg pertama dari sisi visual, yaitu gambar2. Setelah itu baru caption. Buat caption yg mengundang interaksi follower dan calon follower. Beri konten edukatif yg bermanfaat dari sisi mereka, bukan dari sisi kita. πŸ˜‰

8. Assalamu'alaikum. Ijin bertanya
Seseorang akan menyukai yg mirip dg kita. Artinya kita mengandalkan alam bawah sadar yg kita dongkrak sehingga bisa muncul ke tahap critical.
Yang sering sy alami. Ketika saya suka dan yakin pd suatu produk, maka alam bawah sadar sy membenarkan produk tersebut dan betul memang customer seperti terhypno.
Namun bagaimana langkah yg harus sy bangun, jika sy pribadi kurang sreg atau kurang membutuhkan produk yg ditawarkan oleh kantor.
Sedangkan sy harus melakukan penjualan.

# Waalaikumsalam.. Sukai atau tinggalkan. Itu prinsip saya Bun. Karena kalau setengah2, hasilnya kurang maksimal. Jadi coba digali kurang sregnya dimana? Pelajari lagi, motivasinya dibenerin biar semangat juga promosinya. πŸ˜‰

9. Assalamu'alaikum Bubu. Saya Fifi di Bogor, saya sering iklan di FB atau IG dg settingan yg biasa diposting teman2 lain juga. Namun, kenapa teman FB dan IG paling cuma like aja. Ga ada yg nanya lebih lanjut. Saya sdh lama jadi BA yg pasif 😰😰

# Waalikumsalam.. Settingan ads IGnya udah bener, tampilan IG kita udah memikat apa belum? 🀭

10. Cara membangun konsistensi dalam menulis bagaimanakah??? Soalnya ide2 sering muncul di tiap mau brangkat tidurπŸ™ˆπŸ™πŸ»

# Kalau saya, saya tulis apa yang ada di ide saya. Di buku catatan, di whatsapp, voice recorder. Yang penting idenya direkap dulu. Sayang banget kalau ide sampe ilang. Saya punya grup berdua sama suami untuk catat ide dadakan kami. 🀭

11. Assalamu'alaikum, ijin bertanya
Kalau posting iklan disertai no hp ataupun harga produk boleh ga sih

# Waalaikumsalam.. Boleh2 aja kok. Apalagi kaum millennial itu males ribet nanya harga. 🀭

12. Assalamualaikum, bu bagaimana menggunakan hypnoselling dgn kemampuan menulis yg terbatas?
*belum terlalu pandai menulis bagus

terimakasih

# Waalaikumsalam.. Terus latihan Bun. Saya bisa nulis 10 buku diawali dg nulis status2 panjang.  Jangan takut salah dan gagal. Gagal itu bukti kita udah berusaha. 🀩

Buat status 5 paragraf, lihat respon follower seperti apa. Terus buat lagi, semakin lama semakin jago. πŸ˜‰

13. Untuk direct selling secara offline, apabila di PHP calcust apa yg harus BA/resell lakukan utk ttp semangat menjaga, merawat mental sbg pejuang literasi?

# Kalau saya, saya nggak berharap pada manusianya. Saya hanya berharap pada Allah. Kecewa dan patah semangat itu tandanya kita masih berharap ke manusia, ya wajar, asal jangan berlarut2 ya 😍

14. Halo mba, assalamu'alaikum nama saya wiwin, mba kadang saya beriklan tidak mengandalkan teori ya menurut saya saja, bahasa saya ntah itu visual,audio atau kinestetik,,,tapi ingin sekali bikin brand selfing tp kadang saya orangnya responsif,,,gmn ya mba seharusnya

# Waalaikumsalam.. Halo juga..
Ya nggak apa selama bisa memancing closing. πŸ˜‰ daripada dipaksain sesuai teori eh malah berantakan, kitanya nggak nyaman. 🀭

Belajar mengendalikan diri, belajar mengendalikan emosi. Hal2 yg merupakan respon emosional biasanya tidak berakhir baik. Fokus pada tujuan utamanya apa?

Dalam marketing, apapun metode atau teori yang diterapkan, prinsip utamanya adalah *Bagaimana cara kita memperlakukan orang lain*

Perlakukan calon konsumen sebagaimana kita ingin diperlakukan, buat hubungan yang baik, niatkan hati untuk membantu mereka menjadi pribadi yg lebih baik lagi. πŸ’

Sampaikan dengan bangga dan penuh percaya diri bahwa produk yang teman2 perkenalkan ini adalah produk luar biasa yang mampu memberi dampak positif bagi kehidupan keluarga mereka.

Cintai produk teman2 dan buat orang lain juga mencintai produk teman2 sekalian. 😍

Rabu, 08 Agustus 2018

Emosi

Selasa, 7 Agustus 2018
Sejak usia 3 tahun, Dhika lebih tertarik bermain dengan teman sebayanya dibandingkan main sama Mama , Mama syediih. Mungkin karena Mamanya enggak kreatif dan males nyari kegiatan yang FUN. Iya aku emang satu tahun belakangan mengalami demotifasi. Enggak menggebu-gebu seperti Uforia saat pertama kali berhenti kerja dulu. Dulu karena sibuk kerja dan saat dirumah moment ketemu Dhika yah cuman mengASIhi lanjut tidur sampe pagi. So, pas tahun pertama berhenti kerja jadi begitu semangat menstimulasi semua kemampuan Dhika. Mau bikin mainan DIY hayuk aja! Mau baca buku sampe berpuluh kali dengan judul yang sama hayuk! Mau mbolang seharian yah ayuk aja. Sampe detail banget bikin portofolio juga, gak ada moment yang tak di dokumentasikan. Apalagi dengan melihat postingan beberapa Ibu IIP yang lain, waah jadi turut serta membakar semangat dalam mendampingi tumbuh kembang ananda.Tapi seiring berjalannya waktu, dengan semakin banyaknya kegiatan rumah tangga yang bisa dibilang gak ada habisnya. Tumpukan cucian kotor dan antrian piring dan aneka becah belah kotor di sink yang selalu miscall-miscall, lantai kotor yang belum disapu pel, mainan yang berserakan di seluruh area rumah, dan disaat yang sama Dhika minta perhatian lebih. Acchhhhggrr pengen kabur saja rasanya. Kepala cenat cenut! Terus menerus 24jam sehari, 7 hari seminggu dan 365 hari setahun, berperan sebagai ibu tanpa cuti dan libur ternyata bikin sumbu sabar jadi pendek. Berinteraksi dan berkomunikasi hanya dengan bayi atau balita secara terus menerus ternyata membuat jiwaku jadi agak kurang waras. Hati ini jadi kemrungsung, jauh dari rasa syukur. Ada rasa rindu bercanda dengan candaan dan obrolan dengan orang dewasa. Tak bisa dipungkiri ada semacam periode jetlag dari bekerja diranah publik kemudian banting setir memilih bekerja di ranah domestik. Ah harusnya aku mengingat kembali tujuan awalku, kenapa harus "pulang". Belum lagi aku juga mengalami kecanduan gadget. Sosial media yang dulunya sebagai media penulisan portofolio Dhika berubah fungsi jadi sekedar scroll-scroll gak jelas yang tak kunjung usai hingga berjam-jam per harinya. Sudah merencanakan untuk membuat manajent gadget tapi belum terlaksana juga. Apalagi drakor yang juga turut jadi candu. Hingga banyak sekali menyita waktu tanpa manfaat. Mulai mengabaikan Dhika dan pekerjaan rumah. Tidak adanya keterikatan waktu dengan pihak manapun jadi makin memperparah keadaan. Makin malas pulalah aku. Iya jika dulu masih terikat jam kerja dengan pihak lain, mau gak mau harus mengikuti ritme jamnya. Atau misal Dhika sudah terikat dengan jam sekolah, secara gak langsung hal itulah yang akan "memaksa" kita untuk mematuhinya. Ketiadaan jam "kerja" inilah yang semakin membuatku terlena mensia-siakan waktu. Memang setiap penghujung malam selalu ada perasaan menyesal tapi tak kunjung ada perubahan. Masih saja keesokan harinya mengulangi kesalahan yang sama. Sangat berbeda dengan awal aku berkomitmen untuk "bekerja" di ranah domestik. Aku begitu patuh menerapkan 7 to 7 dari Bu Septi Peni Wulandani. Manajemen waktu yang baik membuat semuanya terkendali dengan baik.
By the way, kok jadi cerita panjang lebar gak jelas. Padahal tadinya mau cerita kejadian pas hari selasa kemaren. Setengah hari aku bantuin Bunda yang lagi panen jagung, ngupas kulit jagung, dibantu beberapa orang saudara dan tetangga. Otomatis Dhika ngikut, karena Papanya lagi istirahat dirumah. Secara hari minggu si Papa sudah sibuk bantuin orangtuanya benerin gudang sebelah rumah. Lanjut kerja shift malam, hari senin seharian nyupirin kita ke Malang buat daftarin adek Di kuliah. Malem-malem balik dari Sidoarjo ke Pandaan, trus lanjut kerja shift malam lagi. So, sekalian ngungsiin Dhika biar gak gangguin Papanya yg lagi istirahat dirumah, Dhika bisa sekaligus ikut berkegiatan di rumah Bunda. Dan Masyallah Dhika begitu menguji kesabaran. Iya sekarang tuh kek abegeh gitu. Lagi sukanya ngelawan kalau dibilangin, suka gak dengerin kalau dipanggil, makin dilarang jadi makin dilakuin. Lagi suka-sukanya main sama temen sebaya yang bisa berjam-jam gak mau pulang, dan selalu berujung tangisan. Selsei bantuin Bunda, Dhika gatel-gatel badannya dan minta mandi. Selesei mandi ku kira dia bakalan tidur siang karena sudah jam 12.30 ternyata malah aku duluan yang tidur. Si anak main-main diluar. Jam setengah tiga, Dhika aku minta untuk menghentikan permainannya dengan pasir dan galahnya. Ya Allah itu badan abis dimandiin uda kayak udang ditepungin. Kotor penuh debu!
Huft uda dikasi jeda waktu tetep gak mau juga. Akhirnya aku paksa, langsung gendong dan ku peluk erat-erat. Dhika tentu saja berontak, mukul aku dan berusaha sekuat tenaga untuk lari keluar lagi. Dhika masih nangis jejeritan, nah kalek neneknya yang ngasih bantuan-bantuan yang gak perlu menurutku. Karena biasanya Dhika akan memuaskan dan menuntaskan emosinya terlebih dahulu, entah nangis sepuasnya saat sedih atau sangat marah, hingga dia berproses, dari mulai minta nagis sampe dia merasa lega, minta dipeluk Mama dulu, diselingi sedikit ungkapan perasaanya sambil minta maaf, hingga dia jadi Happy lagi. Tapi kali ini beda, karena kakek neneknya menawarkan apa saja agar cucunya bisa "segera" diam. Dhika jadi tidak fokus dengan emosi yang dirasakannya karena "keslimur" dengan tawaran dari kakek neneknya. Aku lebih suka melihat Dhika berproses mengelola emosinya. Meski memang butuh kesabaran extra. Tapi saat memeluknya itu bukan hanya Dhika saja yang berusaha merelease emosinya tapi aku juga jadi merasa lebih tenang. Saling berpelukan dan minta maaf. Iya aku selalu minfa maaf duluan sambil menciut tangan dan keningnya. Kemudian setelah Dhika puas menangis, Dhika akan bilang "Maaf Ma, maaf", "Dhika uda lega" sambil terus mengatur nafasnya. Ah rasanya yang begitu indah Nak, melihatmu berhasil menuntaskan emosimu. Buku Emosi dari rabbit hole sangat bermanfaat sekali. Sejak buku itu hadir dirumah, kita belajar tentang macam-macam emosi. Dan Dhika juga sudah terbiasa mengungkapkan perasaannya. Agar Dhika aware dengan apa yang dia rasakan. Karena saat ini, banyak sekali orang dewasa yang bingung dan tidak tahu apa yang dia rasakan. Pengen marah tapi gak tahu kenapa? Kadang sedih dan merasa sepi ditengah keramaian, tanpa tahu harus melabeli perasaannya itu dengan sebutan apa? Buku emosi ini sangat membantu karena emosi yang terlalu abstrak buat anak jadi lebih real karena dibuat se kongkrit mungkin karena hadir dengan model touch in. Dhika dulu sudah bisa melampiaskan emosi kemarahannya dengan baik. Akhir-akhir ini dia jadi begitu agresif, jadi PR untuk meluruskan kembali kalau marah itu boleh, asal tidak menyakiti diri sendiri dan orang lain, Dhika lagi suka mukul-mukul sekarang dan suka melempar barang saat marah. Kadang mengeluarkan kata kasar. Tapi kali ini sepertinya karena Dhika ngantuk. Terbukti saat nangis jejeritan kemaren, beberapa kali dia sambil menguap. Kenapa sich anak kecil itu kalau lagi ngantuk gak mau ngaku? Selesei nangis, cuci muka dulu, sekalian cuci tangan dan kaki yang uda kotor banget. Iya dicuci doang karena anaknya menolak mandi. Eh dia melek byaaar gak jadi ngantuk, malah asyik main kerumah jefri. Waktu mau magrib dijemput paksa yah nagis lagi jejeritan. Nyampe rumah masih marah-marah, Papanya jadi ikutan emosi, akhirnya dipaksa mandi. Selesei mandi dia nangis dulu, katanya biar lega. Trus dia minta maaf, akupun minta maaf karena uda kasar saat nanganin dia pas lagi berontak. Selesei maaf-maafan, kita ngobrol dari hari ke hati.
Mama : Mas Dhika kenapa, kok marah-marah trus hari ini?
Dhika : Dhika marah sama Mama (lirih)
Mama : Iya, marah kenapa? Gegara apa?
Dhika : (masih sesegukan)
Mama : Dhika lho sekarang kalau dipanggil pura-pura gak denger. Gak mau nurut sama omongannya Mama. Sering marah-marah, kenapa?
Dhika : (masih nangis pelaan)
Mama : Mama harus gimana biar mas Dhika Happy? Mas Dhika ngantuk ta mau tidur?
Dhika : gak mau tidul
Mama : Trus Mama harus gimana biar Dhika Happy lagi?
Dhika : becanda (suaranya liriih)
Mama : (Mak jleb ) Oooh Dhika pengen becanda sama Mama?
Dhika : iya becanda, ketawa (masih misek-misek)
Mama : Ooo jadi Dhika pengen becanda-becanda sambil ketawa-ketawa sama Mama?
Papa : (nyimak)
Dhika : iyaaa
Trus kita bertiga berpelukan. Ya Allah maaf Nak. Ternyata kamu hanya rindu pengen bercanda sama Mama. Iya kamu emang kalau udah bercanda seru, sulit berhenti ketawa padahal kadang itu gak lucu menurut kami. Tapi kamu masih tertawa dengan hal yang sama. Kata orang "Woo ndableg lek guyon". Ah ternyata benar apa kata pepatah, kalau tertawa itu juga suatu kebutuhan dan menyehatkan jiwa.

Senin, 06 Agustus 2018

Opini Radhika

Celoteh Dhika pagi ini, saat baru bangun di kamar tantenya di Sidoarjo. Awalnya hanya minta minum kemudian ngobrol random apa aja sama Mama. Dan entah siapa yg memulai tetiba dia berkomentar tentang ibu. Iya ibunya Papa, kata Dhika ibu itu tidak baik? Saat ku tanya kenapa Mas? Katanya gegara suka marah-marah.
Tante : marah-marah kenapa?
Dhika : marah-marah kalau Dhika belum mandi
Tante : wkwkwkwkwkw
Dhika : ibuk lho suka marah-marahin mas I
Yang itu lho, yang pake kacamata (nunjuk foto wisuda tantenya yg bersanding dengan ibu).
Tante : Woii! Iku ibukku Lek!

Kamipun tertawa mendengar komentarnya.
Lalu tantenya bertanya sama Dhika
Tante : Dhik, tante cantik gak?
Dhika : enggak
Tante : lho tante kan cantik?
Dhika : enggaak, kata siapa?
Tante : yah kata tante lah
Dhika : bilang sendiri
Tante : Dhik, kalau Mama cantik gak?
Dhika : iya, cantik

Jleb dalam hati rasanya berbunga-bunga. Iyes mamaknya yang gendut, dengan perut buncit tanda kelebihan lemak diperut, jarang sisiran, jarang dandan dan mandi, eh dia bilang CANTIK! Alhamdulillah makasih Nak, love you so much 😘

Lanjut di wawancara
Mama : Kalau tante Di baik gak?
Dhika : (bumbling gak jelas, malah balik nanyain yang lain)
Tante : gak ngara dijawab mbak,,,
Mama : kalau Papa baik gak?
Dhika : baik, eh enggak, suka marah-marah
Mama : suka marah-marah tapi baik?
Dhika : iya, baik

Mama : kalau budhe Fi, baik gak?
Dhika : gak baik
Mama : kenapa kok gak baik?
Dhika : Soalna suka marah-marah
Mama : Budhe Fi, sayang gak sama mas I?
Dhika : enggak sayang
Mama : kenapa kok gak sayang?
Karena lama gak dijawab jadinya kita berspekulasi, mungkin karena ditinggal kerja, tapi kata tante Di mungkin karena sering marahin anaknya. Tebak-tebak gak berhadiah 😁
Mama : kenapa Mas, kok gak sayang sih sama mas I?
Dhika : soalnya seling marahin mas I
Tante : kalau ditinggal kerja boleh gak?
Dhika : gak boleh
Mama : Kalau Mama boleh kerja gak?
Dhika : gak boleh
Mama : trus yang kerja siapa?
Dhika : Papa aja
Tante : Kan, kalau Papa dan Mama kerja jadinya banyak uangnya, nanti Dhika dibeliin mainan
Dhika : enggak (sambil terus mainin sendok, garpu dan gelas punya tante Di)
Mama : kan Dhika suka main-main terus sama mas Je, jadi Mama kerja aja yah?
Dhika : Nanti Dhika sama siapa?
Mama : Sama Bunda atau sama Pak Dhe F.
Dhika : enggak, nanti Dhika main-main trus pulang

Mama : Kalau tante L baik gak?
Mama : Sayang gak sama adek Q?
Dhika : enggak baik
Mama : sayang gak sama adek Q?
Dhika : gak sayang
Mama : kenapa?
Dhika : Soalnya main-main HP trus
Kalau ini kayaknya faktor cerita pengantar dihari sebelumnya dari Tante Di.

Mama : Trus trus kalau Papanya adek Q baik gak?
Lamaaa gak ada jawaban
Tante : Dhik, hei Om D baik gak?
Dhika : gak baik
Mama : kenapa? Kan Om D sayang sama adek Q, sering ngajak main, gendongin adek Q, ngajak main kesini
Kali ini kita gak punya spekulasi, dan gak punya tanggapan perihal mengapa om D nya tidak baik? Dan gak sayang sama adek Q. Sampai akhirnya Dhika bilang,
Dhika : soalnya Om D kalau gendong sambil ngerokok
Aku sama tante Di, bener-bener gak nyangka kalau Dhika bilang kayak gitu. Anak usia 3 thn bisa punya jawaban kayak gitu.

Tante : Dhik, kalau Bapak baik gak?
Dhika : gak baik
Tante : kenapa kok gak baik?
Dhika : Soalna suka marah-marahin mas I

Tante : kalau pak Dhe H baik gak?
Dhika masih sibuk sendiri dan gak jawab.
Tante : Dhik, kalau Papanya mas I baik gak? Sayang gak sama mas I?
Dan tetep gak ada jawaban, mungkin sudah bosen ditanya-tanya karena pertanyaannya bukan sesuatu yang menyangkut dirinya atau emang karena jarang berinteraksi sama pak Dhe H.

Mama : Kalau mas Dhika suka berenang apa lari-lari?
Dhika : lari-lari! Dhika sukaan lari-lari dan berenang
Mama : kalau main layangan suka gak?
Dhika : Sukak!

Yes, pertanyaannya langsung dijawab dengan semangat. Hanya bermodal ganti tema.
Iya semua resume hasil wawancara sama Dhika itu gak langsung dijawab begitu saja. Karena Dhika lebih fokus main, dan sibuk nanyain hal-hal lain. Sampe tante Di dibikin gemes. Hahahha
Trus iseng ngetes,
Mama : Mas, kalau Mama baik gak?
Dhika : Baik
Mama : Mama sayang gak sama Dhika?
Dhika : sayang
Mama : Mama suka marah-marah gak?
Dhika : enggak

Ya Allah makin mak Jleb! Secara aku hanya seorang ibu biasa aja. Yang masih sering marah-marah, kadang suka maksa dan menggunakan ancaman juga saat negosiasi. Mama maaih fakir ilmu banget soal dunia parenting. Makin dipelajari, jadi makin bingung mau nerapin gaya pengasuhan siapa? Karena banyak ragamnya. Dan Dhika bilang kek gitu, ya Allah so sweet banget kamu Nak. Jadi anak Sholeh yah Le.

Betapa kata-kata Dhika tadi menyadarkan aku, bahwa ada kalanya kita sebagai ibu gak perlu jadi Super Women atau Super Mom yang sempurna tanpa cela. Kita cuma perlu Cinta dan anak akan tetep selalu memuja dan jadi fans fanatik Ibunya. Jadi nyesel betapa banyak kesalahan-kesalahan pengasuhan yang Mama lakukan Nak, semoga Allah mengampuniku, dan membasuh lukamu hingga yang kau ingat hanya kebaikan-kebaikan kami orang tuamu. Semoga Allah menutupi keburukan kami, hingga yang tampak dan kau lihat adalah kebaikan-kebaikan kami yang akan kamu teladani. Karena sesungguhnya Allah lah sang Murobbi. Dialah sang pendidik sejati.

Maaf juga jika hari ini, sepanjang perjalanan dari Sidoarjo - Malang - Sidoarjo Mama masih belum optimal menjawab semua pertanyaan-pertanyanmu, yang kalau dihitung mencapai puluhan pertanyaan per jam. Hehehe Mama ngantuk, harap maklum. Tapi sebisa mungkin, Mama akan selalu berusaha menjawab dan memperhatikan semua kata-kata baik pertanyaan atau cerita imaji yang terucap dari bibir mungilmu.

BTW PR Mama banyak banget yah Nak. Iya, karena tentu saja semua opini yang sangat sangat subjektif yang kamu lontarkan banyak kesan negatifnya. Padahal semua anggota keluarga dengan segala plus minusnya tentu mereka semua pada dasarnya BAIK Nak. Hanya saya moment yang kamu tangkap justru hal-hal yang kurang menyenangkan. Aaah, banyak hal yang harus di reframe ulang. Ayo Nak, kita belajar sama-sama untuk lebih FOKUS melihat kebaikan-kebaikan orang lain.

Love you 😘